Sudah beberapa bulan ini udara panas melanda. Bukan hanya diIndonesia, bahkan dinegara-negara asiapun sama. Di Indonesia sendiri, terutama di jakarta dan sekitarnya semenjak awal juni belum turun hujan. Di sebagian wilayah kekeringan mulai terjadi. Hal ini menyebabkan permintaan AC melonjak tinggi. Itulah sebabnya kali ini aircoolteknik akan mengulas tentang perbedaan AC Inverter VS Konvensional sebagai pertimbangan bagi anda yang akan memasang AC di rumah atau kantor anda.

Sekarang mari kita membahas tentang AC Inverter VS Konvensional. Barang kali banyak diantara kita yang sering melihat tayangan iklan di televisi tentang AC inverter ??. Baiklah, sebelum kita mengulas tentang perbedaan dari AC Inverter VS Konvensional mari kita mengulas sedikit tentang teknologi Inverter yang di gunakan oleh AC inverter. Sebelum membaca lebih lanjut, jika anda belum mengetahui tentang sistem kerja AC, anda bisa lihat disini.

Terknologi inverter adalah teknologi terkniki didunia Per-AC-an. Teknologi ini mampu membuat kompressor bekerja fluktuatif menyesuaikan dengan beban ruangan. Tidak seperti AC konvensional, komponen kompressor pada AC bekerja lebih cepat dan akan menyala selama AC dinyalakan. Ketika anda menyalakan AC konvensional, anda akan menunggu bebrapa menit untuk merasakan efek dingin bukan??.Pada AC inverter hal ini tidak akan terjadi lagi.

Dari segi lisitrik, bisa dibilang Ac inverter lebih hemat. Pada AC inverter bisa menghemat 30% penggunaan listrik. Bahkan, ada salah satu merk mengklaim bisa menghemat sampai 60 %.

Karena daya yang dibutuhkan bersifat fluktuatif. Sebagai contoh, di dalam sebuah ruangan yang telah diatur dengan suhu 22 derajat Celcius. Maka, secara otomatis kompresor akan langsung bekerja secara lebih kencang untuk mendinginkan ruangan dengan cepat. Kecepatan AC Inverter dalam mencapai suhu yang diinginkan memang akan menyedot listrik  yang cukup tinggi di awalnya. Namun ketika suhu yang diinginkan sudah tercapai, maka kompresor Inverter akan bekerja seminimal mungkin yang membuat konsumsi listrik yang dibutuhkan menjadi jauh lebih rendah.

Pada AC inverter, kompresor AC dapat memperlambat kinerjanya tanpa harus mematikan mesin seperti yang dilakukan oleh pendingin ruangan konvensional.

Perlu diketahui, selain hemat listrik AC nverter mempergunakan Freon yang dianggap ramah lingkungan, yakni jenis Freon R410A Friendly Ozone. Suara yang dihasilkan dari perangkat outdoor lebih sunyi dibandingkan dengan AC konvensional.

Meskipun begitu, AC inverter masih terbilang lebih mahal dibanding AC konvensional. Silahkan anda bandingkan sendiri. AC inverter lebih irit listrik tetapi harga mahal. Freon yang digunakanpun sama, harganya lebih mahal dibandingkan freon yang digunakan oleh AC konvensional.

Demikian ulasan tentang AC Inverter VS Konvensional. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan anda. Sebelum membeli AC ada baiknya anda juga membaca artikel daftar merk AC terbaik.

694 View

Leave a Comment